SMA Negeri 14 Surabaya
Asumsi masyarakat bahwa sekolah pinggiran identik dengan keterbelakangan ternyata tidak benar dan terbukti, sebab hal itu betul-betul dibuktikan dengan situasi dan kondisi SMAN 14 Surabaya saat ini. Sejak diluncurkannya sertifikat ISO 9001, 2008, tanggal 8 Juni 2011 yang lalu, sekolah yang terletak di kawasan timur kota Surabaya, tepatnya di lingkungan perumahan elit yaitu Perum YKP IV Tenggilis Mejoyo Rungkut Surabaya, kini semakin berbenah diri dan mulai mengepakkan sayap untuk bersejajar dengan sekolah yang terletak di kawasan pusat kota. SMAPALAS begitulah nama keren SMAN 14 yang dulu identik dengan banjir, kini berdiri megah dengan bangunan kokoh berlantai empat. SMAPALAS dulu penuh dengan hingar bingar dan kebrutalan siswa yang sampai mencorat-coret mobil kepala sekolah, kini sarat dengan point kedisiplinan yang ditujukan kepada siswa jika melanggar tata tertib sekolah. Dan oleh karena itulah pihak Tekkom Diknas Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan TVRI Jawa Timur melamar SMAN 14 sebagai salah satu objek lokasi shoting Sinetron Pendidikan Karakter yang merupakan satu-satunya pelopor sinetron pendidikan di Jawa Timur. Sinetron yang bertajuk “ Terlambat? Tidaklah Yaow!” merupakan sinetron perdana produksi Tekkom Diknas Provinsi Jawa Timur tahun 2011. Sinetron ini mengangkat tema tentang karakter penanaman disiplin, khususnya disiplin siswa di sekolah, para pemain yang terlibat di dalamnya juga adalah guru dan siswa . SMAN 14 yang dulu panas dan gersang, kini semakin hijau, rindang, dan asri dengan balutan pohon sawo kecik, matoa, mangga, dan sukun. Tanaman buah naga dan warna-warni bunga anggrek yang menjuntai semakin menambah indahnya lingkungan sekolah, apalagi dihiasi bunga-bunga beraneka warna, juga tanaman toga dan sayuran hibrida menambah hijaunya suasana SMAPALAS tercinta. Dan itulah salah satu unggulan yang dimiliki SMA Negeri 14 yang dikomandani Ibunda Dra. Hj. Muntiani, MM. Hal unik yang diterapkan Ibunda Muntiani adalah “4S” yaitu Salam, Sapa, Senyum, dan Santun. Beliau selalu menyapa para guru dan muridnya dengan sapaan lembut Si Cantik dan Si Ganteng. Tak heran jika para guru dan murid merasa nyaman belajar di lingkungan yang ramah dan hijau seperti ini, apalagi suasana pembelajaran yang didukung dengan fasilitas LCD maupun fasilitas lain yang dimiliki SMAN 14, misalnya: 1. Perpustakaan, 2. Laboratorium Fisika, Kimia, dan Biologi, 3. Gedung pertemuan (Aula), 4. Laboratorium Komputer, 5. Ruang Keterampilan dan Kesenian, 6. Ruang UKS, 7. Masjid, 8. Lapangan Basket, Futsal, dan Volly, 9. Kantin, dan 10. Areal parkir yang cukup luas untuk guru maupun siswa.
Sederetan rangkaian kegiatan ektrakurikuler yang dimiliki seperti: 1. Paskibra, 2. Cheerleader, 3. SKI, 4. Band, 5. IMO (Olympiade Matematika), 6. IFO (Olympiade Fisika), 7.IBO (Olympiade Biologi), 7. ICHO (Olympiade Kimia), 8. Teater, 9. Tari, 10. Robotika, 11. Basket, 12. Volly, 13. Futsal, 14. Taek Kwondo, 15. KIR, dan masih banyak lagi melengkapi kegiatan akademik di SMAN 14.
Untuk melatih keterampilan dan kemandirian siswa, dengan tangan dingin Ibu Ruminah, siswa dibimbing membuat keterampilan dan seni dari bahan-bahan yang sangat murah bahkan barang bekas, misalnya batok kelapa, botol aqua, dan lain-lain. Ibu Ruminah menyulap barang yang semula terbuang menjadi barang yang dapat menambah uang saku siswa-siswi SMAPALAS. Apa pun di tangan dingin Ibu Ruminah, barang tak berguna menjadi berhasil guna dan menambah income yang menguntungkan.
Akan halnya dengan Ibu Raya Heni, Ibu cantik dari Krian ini berhasil mengajak siswi berlenggang- lenggok mengiringi alunan gamelan dan seruling membawakan tari remo atau gambyong bahkan tari pendet dan serimpi. Tak heran kalau akhirnya Ibu Raya berhasil membawa nama SMAN 14 lewat ananda Katherine Permatasari yang menang sebagai juara III dalam lomba tari balet bahkan Katherine dan kawan-kawan juga meraih juara II dalam lomba Penari latar SMA/ SMK final pentas seni siswa se-Kota Surabaya.
Lain Ibu Ruminah dan Ibu Raya Heni, lain pula dengan artis-artis SMAPALAS yang satu ini yaitu Ibu Sulik dan Ibu Endang DH, beliau berhasil membawa nama SMAN 14 lewat siswa yang bernama Carry Osela R yang meraih juara penyanyi tunggal versi dangdut dan Irene Novella S yang meraih juara penyanyi tunggal pop tingkat SMA se-kota Surabaya.
Tidak hanya itu saja, Ibu Rini bersama Ibu Tariani dan Ibu Endang Susi berhasil mengantarkan Katherine sebagai juara harapan XII lomba pidato tingkat SMA se-Jawa Timur. Di samping itu pula berkat bimbingan mereka Hutrimas Wimapiguna juga berhasil meraih juara I lomba Narasi Ilmiah tingkat SMA Jumpali.
SMA Negeri 14 selalu berusaha menjaga kepercayaan masyarakat dengan upaya meningkatkan prestasi akademik maupun nonakademik.
Home
Visi dan Misi ...
Visi :Menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas pada era persaingan pasar bebas yang berwawasan keagamaan da...
Updated: 2012-08-21 11:19:27
Osis ...
Pengertian
Dalam upaya mengenal, memahami dan mengelola Organisasi Siswa Intra
Sekolah (OSIS) perlu kejelasan mengena...
Updated: 2012-07-27 19:21:41
Program SMAN 14 ...
Tahun Pelajaran 2011/2012Pengembangn SDMpembenahan sarana da prasaranaPeningkatan Proses Belajar mengajarPeningkatan lin...
Updated: 2012-07-27 19:17:55